Kasiter Korem 132 Tadulako Palu: Makna HUT TNI Kenang Perjuangan Para Pendiri TNI

Kasiter Korem 132 Tadulako Palu: Makna HUT TNI Kenang Perjuangan Para Pendiri TNI

PALU- Kepala Seksi Teritorial ( Kasiter) Korem 132/Tadulako Kolonel Inf. Rahman T Leho, M. Si, memaknai Hari Ulang Tahun TNI sebagai reminder perjuangan para pendiri TNI. Tentu dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan negara dihadapan rongrongan baik dari luar negeri maupun dalam negeri sendiri.

"Jadi kita benar-benar memaknai bahwa HUT TNI adalah refleksi kita untuk mengenang perjuangan para pendahulu pendahulu kita mendirikan TNI," terangnya

Rahman nenjelaskan, makna HUT mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, semangat juang mempertahankan kedaulatan negara dan ikhlas mengabdi pada masyarakat patut dicontoh oleh prajurit-prajurit TNI saat ini.

"Kita harus mewariskan semangat juang itu demi utuh tegaknya bangsa dan negara kita ini," jelasnya Kasiter menuturkan, TNI merupakan milik nasional dan tidak dimiliki segelintir golongan dan terkotak kotak oleh kepentingan tertentu. Mental para tentara dibentuk dengan disiplin dan rasa nasionalis yang sangat tinggi, dimana diantara para tentara memiliki solidaritas dan persatuan yang kokoh. 

"Karena TNI adalah milik rakyat, sejatinya adalah kekuatan Negara yang bergerak bersama rakyat. TNI tentu harus berpihak pada rakyat dan negara bukan segelintir kekuasaan," tutur Kolenel Rahman

Selain itu kata Kasiter momentum ini, diharapkan seluruh prajurit Korem 132/ Tadulako Palu untuk dapat terus meningkatkan profesionalismenya dalam menjalankan tugas, khususnya dalam menjaga pertahanan dan keamanan wilayah Indonesia. Jadikanlah sinergi sebagai kekuatan membangun Negeri, membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Terus tingkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiap-siagaan TNI untuk menerima penugasan. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat dan TNI sinergi untuk negeri,” Imbuhnya

Lebih jauh jelas Kasiter, TNI tidak berkecimpung dalam politik praktis. TNI tidak bekerja demi kepentingan politik atau golongan tertentu, melainkan harus berdedikasi demi kepentingan bangsa dan negara.

"Dalam hal ini, TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, dan tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik yang sempit. Apalagi di tengah tahun politik seperti ini. TNI harus selalu menjamin netralitas politik di era demokrasi," tutup Kolonel Rahman. ( Basri Djulunau)