Polres Morowali Kembali Rilis Kasus Selama Sepekan

Polres Morowali Kembali Rilis Kasus Selama Sepekan

MOROWALI- Kepolisian Resor (Polres) Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah kembali merilis hasil tangkapan selama sepekan terakhir. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers sebagai wujud transparansi publik, di Mapolres Morowali (21/10/2020),

Kegiatan itu, dipimpin langsung Kapolres Morowali, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Indra Wiguno SIK MIK didampingi Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nasruddin selaku Kabag Ops bersama Kasat Reskrim, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Anang serta Kasat Narkoba, Iptu Hariadi.

Bayu, memaparkan rincian kasus yang berhasil di ungkap ada yakni, Pencurian, Pengancaman dan Narkoba. Pertama yang dipaparkan terkait penangkapan dan pengungkapan 13 TSK aksi premanisme dan pengancaman dilakukan, di PT.Bukit Geger Sukses (PT.BJS) perusahaan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Desa Topogaro Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali.

"Para pelaku sebanyak 13 orang sudah diamankan bersama barang bukti Senjata Tajam (Sajam) yang dibawa oleh para TSK ke lokasi PT.BJS, bahkan ada satu sajam yang mirip senjata api jenis pistol padahal didalamnya sajam dan para Tsk dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," Paparnya

Kapolres menambahkan, untuk kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dengan tindakan kekerasan yang dilakukan SO (40) warga asal Palopo bersama 2 rekannya yang telah diamankan di Polres Morowali beserta barang bukti 1 sepeda motor Yamaha Mio warna merah.

"Terhadap TSK dijerat dengan pasal 365 ayat 1 KUHP Pidana tentang pencurian dengan kekerasan ancam hukuman penjara paling lama 9 tahun," jelas Bayu

Selanjutnya kata Kapolres, untuk kasus narkoba jenis sabu-sabu, pihaknya berhasil menangkap tiga orang tersangka beserta barang bukti 1,88 gram sabu, timbangan, handphone, dompet, dan jas. Tiga orang tersangka itu,  berinisial MN warga Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah sebagai penyedia barang bersama AI warga Desa Labota, Kecamatan Bahodopi yang tak lain adalah oknum anggota DPRD Morowali serta AH warga Desa Bahomoleo, Kecamatan Bungku Tengah.

“Ketiganya dapat dikenakan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara atau denda Rp1 Miliar Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” beber Bayu. ( Fatar Simanjutak)