Polsek Paleleh Peduli Pendidikan, Hidupkan Belajar Siswa di Tengah Pandemi

Polsek Paleleh Peduli Pendidikan, Hidupkan Belajar Siswa di Tengah Pandemi

BUOL- Dampak dari pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan membuat sebagian besar siswa harus belajar di rumah.

Kapolsek Paleleh IPDA Hendrik SH mengatakan, Proses belajar daring kerap menimbulkan masalah baru. Terutama bagi siswa yang tidak punya gadget. Sehingga kami berinisiatif  mendatangi rumah beberapa kelompok siswa membantu mereka belajar mandiri. Perubahan sistem ini membuat semua pihak yang terlibat harus beradaptasi, termasuk guru, murid serta orang tua murid, penting untuk menciptakan rutinitas bagi anak meski sekolah pun dilakukan dari rumah.

"Olehnya Binmas dan para  Babinkamtibmas diwilayah hukum Polsek Peleleh dan Peleleh Barat turun untuk menghidupkan proses belajar siswa. Ini wujud kepedulian kita untuk menciptakan siswa tetap pintar, tetap sehat di situasi Pandemi Covid-19," jelasnya Kamis 27/08/2020

Dirinya berharap dengan hadirnya Polisi, dapat membantu para siswa dalam menempuh kegiatan pendidikan di tengah masa pandemi Covid-19 dan tentu dalam prosesnya tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

"Selain belajar dan mengerjakan tugas sekolah, para siswa juga diajarkan dan diberi hiburan cerita humor serta di bagikan buku tulis dan pulpen oleh para  Bhabinkamtibmas," ujar Kapolsek

Kapolsek menambahkan, pemerintah telah menginstruksikan sekolah-sekolah mulai dari tingkatan pendidikan usia dini (PAUD) hingga universitas menerapkan sistem belajar dari rumah selama masa pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Namun, tak semua semua sekolah dapat melakukan sistem belajar di rumah dengan baik, khususnya untuk sekolah yang berada di pelosok. Para guru di pelosok mesti mendatangi siswanya satu per satu agar materi pembelajaran dapat disampaikan dengan baik.

"Kementrian pendidikan dan kebudayaan ( KEMENDIKBUD ) Telah mengeluarkan surat edaran nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19," pungkasnya. (Basri Djulunau)